Atas Dosa Apa Aku Dibunuh?

Sebuah renungan mengenai aborsi
SEMINAR MENGENAI ABORSI, dengan Pembicara : Dr. Kusuma
 

Dalam seminar itu, dijelaskan secara detil, proses pertumbuhan dan perkembangan dari calon janin sampai janin itu dilahirkan.

Selain itu, juga ditampilkan secara detil proses ABORSI. Janin yang awalnya hidupnya damai, tenteram, dan kadang-kadang bergeliat manja di dalam perut ibunya, sekejap mata terusik oleh peralatan-peralatan ABORTUS.

Di jaman sekarang, dunia kedokteran yang telah banyak mengalami kemajuan, teknologi yang canggih, yang memungkinkan proses ABORTUS itu berjalan singkat dan ‘aman’.

TAPI BENARKAH PROSES ABORTUS ITU BERJALAN DENGAN ‘AMAN’ DAN BIASA-BIASA SAJA ???

Ukh… seandainya saja kalau Anda bisa melihat sendiri jalannya proses abortus itu… Weukhjhh… mungkin Anda akan terkejut sekali, muntah-muntah atau mungkin langsung pingsan. Bukannya saya ingin melebih-lebihkan, tetapi itulah kenyataan yang ada, tangan-tangan yang melakukan ABORTUS itu seakan-akan hanya mengeluarkan segumpal ‘sampah’ dari perut seorang wanita. DIOBOK-OBOK, DIHISAP, DIREMUK DAN DITARIK PAKSA KELUAR DAN DIBUANG !

Saya bisa mengatakan seperti ini, karena dalam seminar itu, ditayangkan video mengenai proses abortus secara detil.

Diawali dengan pelebaran lubang keluar janin sampai sekitar 1 cm lebih, dengan alat obeng busi. Setelah itu dimasukkan alat pengukur untuk mengukur kedalaman rahim. Kemudian alat penyedot abortus dimasukkan ke dalam rahim.

Setelah masuk, alat penyedot dihidupkan, segala cairan dihisap ke dalam selang, daging-daging yang masih lembek dan tulang-tulang kecil pun tidak ketinggalan dihisap oleh alat tersebut. Lewat layar monitor, walaupun gambarnya agak kabur, namun kita bisa melihat dengan jelas, terjadi pemberontakan di dalam sana. Janin itu terus saja bergerak ke sana kemari, berusaha membebaskan diri, berusaha melarikan diri. (Tetapi ke mana lagi ia musti lari ???)

Walaupun sudah berusaha keras, tetap saja tidak mampu melawan kuatnya hisapan alat penyedot tersebut. Dan akhirnya yang tertinggal hanyalah bagian kepalanya saja (tengkorak).

Tahap terakhir dari proses ABORTUS adalah dimasukkannya TANG ABORTUS ke dalam rahim. Tanpa kesulitan, kepala janin yang tersisa itu langsung tertangkap oleh tang abortus itu, dan … krek… kepala tersebut langsung diremukkan, terus ditarik keluar dari rahim ibunya.

Saudara-saudara sekalian, kita mungkin sering melihat penganiayaan-penganiayaan di jalan-jalan, korban senjata tajam, korban pemerkosaan, dll. Pelakunya kita kecam dan kita cap tidak peri kemanusiaan sama sekali. Pihak berwajib menangkap mereka dan menghukumnya.

TAPI BAGAIMANA TINDAKAN ABORTUS ???
BUKANKAH HAL INI JUGA SAMA SAJA????

Bahkan lebih parah lagi, yang merupakan korban di sini adalah yang tidak berdaya, yang sangat lemah sekali, yang sangat membutuhkan bantuan orang lain agar ia bisa hidup. Tapi nyatanya dia diserang, diobok-obok, dan diremukkan.

Apakah janin itu menerima begitu saja ketika proses abortus itu berlangsung?
TIDAK….!!!

Janin itu bergerak memberontaki, bahkan lewat monitor, kita bisa melihat mulutnya yang selalu ternganga lebar-lebar…

BERTERIAK
JANIN ITU BERTERIAK MINTA TOLONG, TETAPI SIAPAKAH YANG BISA MENDENGARNYA, SIAPAKAH YANG MENOLONGNYA…..
YANG ADA HANYA SEBUAH “SILENT SCREAMING”…

Kalau Anda sendiri yang menjadi janin itu, apakah yang akan bisa Anda lakukan?
Sungguh kasihan sekali janin itu, dia yang lemah, dia yg tidak tahu apa-apa, dia yg tidak melakukan kesalahan apa-apa, musti dilenyapkan kehidupannya… karena apa???

HANYA DEMI NAMA BAIK?
HANYA DEMI KEHORMATAN?
HANYA DEMI MARTABAT KELUARGA??
Sebuah nyawa musti dikorbankan.
Janin, sebuah jiwa, suatu kehidupan, sebuah karunia Allah Yang Maha Besar, dihancurkan dengan begitu mudahnya oleh manusia.
Beginikah cara manusia mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan???

Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita semua mencegah dan menghindari terjadinya aborsi. Adapun yang bisa kita lakukan adalah menghindari seks pra-nikah, sehingga kita tidak perlu dihadapkan pada pilihan aborsi. Dan mengingatkan rekan-rekan kita.
Apapun alasannya, aborsi tetap saja sebuah pembunuhan, suatu usaha yg melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menciptakan makhluk kesayangan-Nya.

Kalau saja saudara bisa melihat sendiri, korban-korban aborsi itu, ‘bangkai’ janin-janin yang masih kecil, badannya yang masih tidak karuan, yang membengkak biru kehitam-hitaman, jari-jari tangan dan kakinya terputus dan terpencar-pencar itu..

Dan kalau saja bisa melihat langsung mata janin tersebut : mata yang sedih dan penuh penderitaan itu seakan-akan mengatakan:
“MAMA, MENGAPA ENGKAU MELAKUKAN HAL INI? APAKAH SALAHKU PADA MAMA?”

Semoga cerita diatas tidak terjadi pada kita semua karena apapun alasannya aborsi, baik karena demi nama baik, keluarga ataupun ekonomi. Tetap itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyimpang dari kehendak Allah SWT. Dan kalau karena alasan ekonomi, kita yakin bahwa setiap mahluk hidup akan diberikan rejekinya masing-masing.

 

Diambil dari Grup FB CinLal (Cinta Yang Halal)

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s