Cara Mengukur Tensi Darah

A. Tujuan

Untuk menentukan tekanan diastolik dan tekanan sistolik.

B. Landasan Teori

Tekanan darah sangat berpengaruh pada distribusi darah di dalam seluruh jaringan tubuh. Dan sebaliknya juga berpengaruh terhadap aliran darah ke pusat sirkulasi darah (jantung).

Pada vertebrata tingkat tinggi, manusia, pengukuran tekanan darah dilakukan di daerah humerus distal, baik sinistra maupun dekstra. Bagi probandus posisi duduk atau terlentang santai.

Sebetulnya tekanan darah seseorang itu konstan adanya, namun tekanan darah mudah dipengaruhi oleh : psikis, elastisitas alat peredaran darah, keadaan jantung, keadaan buah pinggang (organ ekskresi), kandungan zat dalam plasma (glukosa, kolesterol, dsb), tekanan sistolik dan tekanan diastolik (maksimum-minimum) serta suhu badan.

C. Alat dan Bahan

  1. Sphygmomanometer/blood tensiometer
  2. Thermometer (Sean Fever Termometer)
  3. Stetoskop
  4. Kapas dan alkohol
  5. Serbet/tissue

D. Cara Kerja

  1. Aturlah praktikan dan probandus duduk dalam keadaan saling berhadapan atau probandus terlentang.
  2. Pasangkan manset blood tensiometer di lengan atas distalis.
  3. Pompa sampai menunjukkan skala kira-kira 140 mm Hg/angka 140 mm.
  4. Dengarkan dengan stetoskop (auscultasi) nadi di daerah sekat siku voler, sementara itu tekanannya diturunkan perlahan-lahan, catatlah angka skala saat mulai tidak terdengar (tekanan diastole).
  5. Kerjakan dengan cara sama bagian lengan sebelahnya.

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s