Dibalik Kehidupan Insan Bernama “Muhammad” (bagian 3)

Subhanallah, kecintaan Rasul yang tinggi terhadap Allah SWT dan rasa kehambaam dalam diri Rasulullah SAW menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah, anugerah kemuliaan Rasul dari Allah tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yanglain, ketika didepan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu surga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi di malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah,

“Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin surga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak,

“Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Subhanallah, Allahu Albar…

Betapa tingginya rasa cinta dan kehambaannya terhadap Allah, sampai-sampai baginda terjatuh lantaran kakinya bengkak saat terus-menerus beribadah. Padahal beliau sudah dijamin surga oleh Allah SWT.

Terus, bagaimana dengan kita yang secara jelas tidak dijamin surga oleh Allah???

Sudahkah kita menjalankan perintah-perintah Allah dan Rasul? Sudahkah kita menjauhi larangan-larangan Allah dan Rasul?

Mari, ayo bersama-sama kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Semoga sifat-sifat Rasul tersebut bisa menjadi pemicu semangat kita untuk terus mendekat pada Ilahi. Amin ya Rabb…

NB : kisah Rasul dari seorang sahabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s