Sejarah Penemuan Proses Fotosintesis

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Ingenhousz pada tahun 1779. Percobaan yang dilakukan adalah dengan cara memasukkan tanaman air Hydrilla verticillata ke dalam bejana berisi air. Bejana tersebut ditutup dengan corong terbalik dan di atasnya diberi tabung reaksi yang juga penuh terisi air. Rangkaian percobaan tersebut selanjutnya didedahkan ditempat yang mendapat cahaya matahari. Setelah beberapa saat dari tanaman percobaan tersebut muncul gelembung-gelembung udara  yang tertampung pada dasar tabung reaksi yang posisinya terbalik. Dari percobaan yang dilakukan Ingenhousz menyimpulkan, bahwa fotosintesis menghasilkan O2.

Pada tahun 1822 Engelmann melakukan percobaan menggunakan Spirogyra, suatu alga yang mempunyai kloroplas berbentuk spiral dan berukuran cukup besar, sehingga mudah diamati. Dari percobaan yang dilakukan diketahui, bahwa O2 hanya dikeluarkan oleh kloroplas yang terkena sinar, sedangkan yang tidak terkena sinar tidak mengeluarkan O2. Kesimpulan dari percobaan Engelmann adalah: 1) fotosintesis dilakukan oleh kloroplas dan 2) kloroplas berfotosintesis hanya jika terkena cahaya.

Peneliti selanjutnya yang mengungkap fenomena fotosintesis adalah Sach, yang pada tahun 1860 membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum. Percobaan dilakukan dengan cara membungkus sebagian daun dengan kertas timah dan dibiarkan terkena cahaya matahari. Pada sore hari daun tersebut dipetik kemudian direbus untuk mematikan sel-selnya. Selanjutnya direndam dalam alkohol untuk melarutkan klorofil yang ada, lalu ditetesi dengan larutan yodium. Hasilnya adalah daun yang ditutup dengan kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak ditutup berwarna biru kehitaman. Warna biru kehitaman menunjukkan bahwa di dalam daun tersebut mengandung amilum.

Pada tahun 1937 Hill berhasil membuktikan bahwa energi cahaya yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk memecah molekul H2O menjadi 2H+ dan ½ O2. Peristiwa pemecahan molekul air oleh energi cahaya ini dinamakan fotolisis. Peristiwa fotolisis hanya terjadi jika klorofil terkena cahaya, oleh karenanya reaksi ini juga dinamakan reaksi terang. Ion H+ yang dihasilkan pada reaksi terang ini selanjutnya ditangkap oleh suatu senyawa yang akan berperan dalam reaksi berikutnya dalam pembentukan glukosa dari CO2. Reaksi penangkapan CO2 dan pembentukan glukosa ini berlangsung tanpa memerlukan cahaya, sehingga reaksinya dinamakan reaksi gelap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s