Alhamdulillah … Sekarang sambil Facebookan saya bisa dapat uang hingga ratusan ribu dengan mudah!

Halo sobat2 Facebooker, jika Anda berminat untuk mencari penghasilan tambahan lewat media internet dan Facebook, maka Anda sudah tepat membaca catatan sederhana ini, luangkan barang 5 menit saja ya, di jamin gak nyesel deh!! hehe..

Saya tulis catatan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan sudah saya buktikan kebenarannya, jadi jangan berpikir yang tidak- tidak ya sobat…

Pertama saya mendapat info tentang http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra dari seorang teman FB yang tidak saya kenal sebelumnya. Bahkan tinggalnya pun di kota yang sangat jauh dari kota saya. Awalnya saya sempat ragu, apa bisa mendapatkan uang dari Facebook?? Kalau bisa bagaimana caranya ya..??

Setelah beberapa hari mencari info lebih lanjut tentang http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra , akhirnya saya mantapkan niat untuk mencobanya, pikir saya toh modal yang saya keluarkan tidak akan membuat kantong saya jadi kering, hehe . . .

Dag dig dug, 1 hari , 2 hari , 3 hari hasilnya belum kelihatan, tapi di hari ke 7 wow luaaaar biaasa!! Modal saya kembali + saya dapat untung yang berlipat-lipat!!!

Akhirnya terjawab sudah keraguan saya! http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra Bisnis ini benar- benar terbukti bisa menghasilkan uang lewat Facebook dengan sangat mudah!!

Sobat penasaran gimana rahasianya??

Langsung aja deh JOIN! Pertama http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra , isi formulir pengunjung nya, klik MASUK HALAMAN UTAMA, trus klik MENU JOIN di halaman utama.

Saya tunggu kabar baik dari Sobat, sukses selalu!

Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat Internet Dengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan…!! Ratusan Ribu hingga JUTAAN RUPIAH tiap hari langsung masuk rekening…!!

Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!


” Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun “


Salah satu kelebihan dari http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra adalah Anda tidak perlu memiliki atau membuat produk sendiri untuk menjalankan bisnis online. Karena semuanya sudah disediakan.

Manfaat Bergabung :
– Anda akan mendapat sebuah website penghasil uang atas nama Anda yang akan bekerja untuk Anda selama 24 jam non stop dalam mengalirkan uang ke rekening Anda.
– Anda akan mendapat Produk-Produk Digital Super Dahsyat beserta bonus-bonus Dahsyat lainnya yang bisa Anda DOWNLOAD di Member Area setelah keanggotaan Anda Diaktifkan.
– Gratis Update Produk Dan Bonus, Jika nantinya ada update produk dan bonus, maka Anda bisa mendapatkan updatenya secara Gratis.
– Ilmu Berpromosi. Karena Rahasia Sukses Bisnis Online adalah promosi, jadi bisnis ini memang benar- benar sangat cocok untuk latihan promosi. Anda hanya perlu mengikuti panduan/ belajar promosi, promosi dan promosi. Karena semuanya sudah disediakan oleh
http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra.
Jika Anda tidak pintar dalam berpromosi, dapat saya pastikan, bisnis online apapun yang Anda coba akan GAGAL.

Kelebihan :
– Komisi 50.000 Akan di transfer langsung ke rekening bank Anda oleh para member yang bergabung melalui Website Anda. Komisi tergolong cukup besar, ini bagus sekali untuk menarik calon member.
– Biaya administrasi yang murah sebesar 25.000 untuk Admin. Ini menAndakan Admin tidak serakah dan berharap mendapat kepercayaan member agar bisnisnya bertahan lama.
– Garansi 100 % Uang Kembali, Jika selama 1 tahun Anda tidak bisa menghasilkan uang sama sekali dari bisnis ini.
– Menggunakan System Lock Sponsor dimana sistem ini akan MENGUNCI POSISI Calon Member dengan Sponsornya ( orang yg mereferensikan bisnis ini kepada Anda ). Sistem ini bertujuan untuk menghargai JASA para Sponsor yang telah Berusaha Giat untuk mendatangkan prospek. Dan menjamin para Sponsor agar tidak kehilangan prospek.
– Admin kooperatif dan respon cepat. Anda dapat menghubungi Admin jika Anda membutuhkan bantuan apapun/ belajar apapun.
– Langsung Bisa Dapet Duit. Ya benar, Anda dapat langsung mendapat uang direkening Anda sesaat setelah daftar bukan besok atau lusa. Karena semua sudah disiapkan dan disediakan oleh
http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra, maka tugas Anda menjadi sangat ringan.

Buruan JOIN http://KomisiVirtual.com/?id=jovisaputra !!!

Sepenggal Makna Syair Lir-Ilir

Lir-ilir… Lir-ilir…

Tandure wus sumilir, tak ijo royo-royo..

Tak sengguh temanten anyar…

 

Kanjeng Sunan Ampel seakan-akan baru hari ini bertutur kepada kita, tentang kita, tentang segala sesuatu yang kita mengalaminya sendiri. Namun tidak kunjung sanggup kita mengerti. Sejak lima abad silam syair itu ia telah lantunkan dan tidak ada jaminan bahwa sekarang kita sudah faham. Padahal kata-kata beliau itu mengeja kahidupan kita ini sendiri. Alfabeta, alif, ba’, ta’ kebingungan sejarah kita dari hari ke hari. Sejarah tentang sebuah negeri yang puncak kerusakannya terletak pada ketidaksanggupan para penghuninya untuk mengakui betapa kerusakan itu sudah sedemikian tidak terperi. Menggeliatlah dari matimu tutur sang Sunan, siumanlah dari pingsan berpuluh-puluh tahun, bangkitlah dari nyenyak tidur panjangmu sungguh negeri ini adalah penggalan surga. Surga seakan-akan pernah bocor dan mencipratkan kekayaan dan keindahannya, dan cipratan keindahannya itu bernama Indonesia Raya. Engkau bisa tanam benih kesejahteraan apa saja di atas kesuburan tanahnya yang tidak terkirakan. Tidak mungkin engkau temukan makhluk Tuhanmu kelaparan di tengah hijau bumi kepulauan yang bergandeng-gandeng mesra ini, bahkan bisa engkau selenggarakan dan rayakan pengantin-pengantin pembangunan lebih dari yang bisa dicapai oleh negeri-negeri lain yang manapun. Tapi kita memang telah tidak mensyukuri rahmat sepenggal surga ini. Kita telah memboroskan anugerah Tuhan ini melalui cocok tanam ketidakadilan dan panen-panen kerakusan.

 

Cah angon… Cah angon…

Penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekno..

Kanggo mbasuh dodot iro…

 

Kanjeng Sunan tidak memilih figur misalnya Pak Jendral.. Pak Jendral…, juga bukan intelektual-intelektual, ulama’-ulama’, seniman-seniman, sastrawan-sastrawan atau apapun, tetapi cah angon-cah angon. Beliau juga menuturkan penekno blimbing kuwi, bukan penekno pelem kuwi, bukan penekno sawo kuwi, bukan penekno buah yang lain, tetapi blimbing berkikir lima. Terserah apa tafsirmu mengenai lima, yang jelas harus ada yang memanjat pohon yang licin itu. Lunyu-lunyu penekno agar blimbing bisa kita capai bersama-sama. Dan yang harus memanjat adalah bocah angon, anak gembala. Tentu saja ia boleh seorang Doktor, boleh seorang Seniman, boleh seorang Kiai, boleh seorang Jendral atau siapapun, namun ia harus memiliki daya angon, daya menggembalakan, kesanggupan untuk ngemong semua pihak, karakter untuk merangkul dan memesrai siapa saja sesama saudara sebangsa. Determinasi yang menciptakan garis resultan kedamaian bersama, memancar kasih sayang yang dibutuhkan dan diterima oleh semua warna, semua golongan, semua kecenderungan. Bocah angon adalah seorang pemimpin nasional, bukan tokoh golongan atau pemuka suatu gerombolan. Selicin apapun pohon-pohon tinggi reformasi ini sang bocah angon harus memanjatnya. Harus dipanjat sampai selamat memperoleh buahnya, bukan ditebang, dirobohkan atau diperebutkan. Dan air sari pati blimbing lima kikir itu diperlukan oleh bangsa ini untuk mencuci pakaian nasional. Pakaian adalah akhlak, pakaian adalah sesuatu yang menjadikan manusia bukan binatang. Kalau engkau tidak percaya, berdirilah engkau di depan pasar dan copotlah pakaianmu, maka engkau kehilangan segala macam harkatmu sebagai manusia. Pakaianlah yang membuat manusia bernama manusia, pakaian adalah pegangan nilai landasan moral dan sistem nilai. Sistem nilai itulah yang harus kita cuci dengan pedoman lima.

 

Dodot iro… Dodot iro…

Kumitir bedah ing pinggir..

Dondomono, jlumetono.., kanggo sebo mengko sore..

Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane..

Yo sorak o sorak iyo…

 

Renungan Ilir-Ilir, Emha Ainun Nadjib.

Dampak Bioteknologi Bagi Kesejahteraan Manusia

Salah satu mata agenda Konferensi PBB untuk Lingkungan dan Pembangunan (UNCED) adalah “pengelolaan bioteknologi yang berwawasan lingkungan”. Kenyataan ini menunjukkan bahwa bioteknologi dikelilingi oleh kecemasan sosial dan ekologis.

Kecemasan pertama timbul akibat kenyataan bahwa bioteknologi-bioteknologi mengutak-atik jalinan kehidupan itu sendiri, dan menuntut restrukturisasi mendasar pada benak kita, etika kita, beserta berbagai hubungan dan nilai-nilai lingkungan, sosial dan ekonomi kita. Sementara bioteknologi dalam arti yang paling luas merupakan kelompok teknologi yang amat tua, biologi-biologi baru inilah yang menimbulkan berbagai resiko baru dalam bidang sosial, ekologi, ekonomi dan politik. Bioteknologi baru terdiri dari dua kelompok teknologi utama.

Kelompok pertama, yaitu “rekayasa genetik” merupakan teknik yang berasal dari kemajuan dalam bidang biologi melokuler, biokimia dan genetika. Kelompok kedua didasarkan pada prosedur-prosedur seluler yang baru, yang berlandaskan teknologi kultur jaringan yang lebih tua (Vandana, 1994 : 1).

Peran serta masyarakat dan penentu atau pengambil kebijakan dalam upaya menjaga dan mengembangkan keanekaragaman hayati sangat dibutuhkan, hal ini bukan semata-mata ada kepentingan oleh sekelompok orang atau organisasi, namun lebih jauh untuk menjaga atau  mempertahankan keseimbangan ekosistem alami dengan keragaman organisme dari pergeseran (penjajahan total) akibat arus bioteknologi (rekombinan) yang belum kita ketahui dampaknya untuk masa yang akan datang terhadap keberlanjutan umat manusia dan alam ini.

Kiranya sudah tidak dapat terbendung lagi derasnya arus bioteknologi memasuki milenium ke tiga, yang semakin hari keberadaanya semakin kokoh. Menurut beberapa informasi, sangat banyak manfaat bioteknologi ini bagi kehidupan manusia dalam meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan hidupnya, antara lain untuk memerangi kelaparan, mengatasi kelangkaan sumber daya energi, mengurangi pencemaran lingkungan dan masih banyak lagi.

Menghadapi pesatnya kemajuan bioteknologi ini, apa yang sebenarnya harus dilakukan dalam mengantisipasinya, terutama dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Pengkajian mendalam melalui dasar-dasar pengetahuan, penalaran, logika, moral, agama, serta kriteria kebenarannya, tentu akan sangat membantu menuntun kita pada tujuan pengembangn IPTEK yang sebenarnya.

Selaras dengan kemajuan peradaban, bioteknologi dapat dijadikan tolak ukur perkembangan otak manusia yang luar biasa saat ini. Sehingga sangatlah mungkin muncul pertanyaan, apakah benar semakin cerdas otak manusia makin pandai manusia menemukan kebenaran, makin baikkah perbuatan manusia? Maka, penguasaan manusia terhadap teknologi hendaklah menuntut perkembangan moral manusia itu juga. Tanpa landasan moral maka manusia yang sudah beranjak menjadi ilmuan akan mudah sekali tergelincir dalam melakukan prostitusi intelektual (Suriasumantri, 1999).

Bioteknologi adalah suatu bidang penerapan biosains dan teknologi yang menyangkut penerapan praktis organisme hidup atau komponennya pada tingkat subseluler, baik pada industri maupun lingkungan. Organisme hidup yang dimanfaatkan antara lain ialah bakteri, khamir, alga, sel tumbuhan dan sel hewan.

Penerapan bioteknologi akan berhasil jika dilakukan pengintegrasian beberapa disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Ilmu pengetahuan alam tersebut ialah mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler, kimia, rekayasa genetika dan teknik kimia (Lukas dan Isnawati, 1997 : 27).

Bioteknologi sebenarnya telah diterapkan manusia sejak jaman dahulu. Tidak dapat dipastikan apakah penerapan bioteknologi tersebut secara sadar atau tidak sadar dan apakah proses mikrobial tersebut diketahui secara kebetulan atau berdasarkan suatu percobaan intuitif. Perkembangan bioteknologi selanjutnya ialah salah satu contoh dari kemampuan manusia menggunakan aktivitas penting suatu mikroorganisme guna memenuhi kebutuhannya.

Bioteknologi yang diterapkan pada jaman dahulu berbeda jika dibandingkan dengan keadaan yang sekarang. Bioteknologi pada jaman dahulu dilakukan dengan cara yang relatif sederhana dan dalam suasana tidak steril. Sebelum munculnya jaman minyak bumi banyak senyawa industri yang penting seperti etanol, asam asetat, butanol, aseton dan asam organik dihasilkan dengan menggunakan metode fermentasi yang terbuka terhadap lingkungan. Untuk membatasi mikroorganisme yang menjadi kontaminan dilakukan dengan memanipulasi lingkungan ekologinya secara hati-hati. Pada saat itu belum dikenal teknik sterilisasi. Bahan-bahan desinfektan juga belum diketahui.

Fermentasi bahan makanan juga sudah dilakukan tetapi dengan cara yang relatif sederhana tetapi telah dikerjakan dalam skala besar. Misalnya pembuatan anggur dan bir, pengembangan roti dengan bantuan ragi.

Penggunaan mikroorganisme untuk tujuan dekomposisi dan detoksifikasi air selokan juga sudah dilakukan pada saat itu, walaupun metodenya sangat sederhana.

Bioteknologi moderen menggunakan cara-cara yang lebih canggih. Sekitar tahun 1940 kultivasi mikroorganisme secara steril telah dilakukan. Proses biologis tertentu suatu mikroorganisme dapat dijaga supaya tidak terkontaminasi media dan bioreaktor terlebih dahulu serta menggunakan perlengkapan yang dapat mencegah kontaminan yang masuk.

Bioteknologi moderen juga mengembangkan pemanipulasian genom organisme penting untuk tujuan tertentu. Teknik yang digunakan antara lain mutasi buatan, hibridisasi somatik dan rekayasa genetika. Dengan teknik-teknik tersebut dimungkinkan untuk mendapatkan organisme baru dengan sifat-sifat yang dikehendaki.

Enzim yang biasanya digunakan dalam proses bioteknologi juga dikembangkan. Misalnya dilakukan teknik immobilisasi yang sesuai pada enzim tersebut sehingga memungkinkan penggunaannya kembali sebagai biokatalisator.

Bioteknologi moderen juga mengembangkan rekayasa biokimia, misalnya kemajuan besar telah dibuat dalam rancang bangun bioreaktor, teknik pemantauan suatu proses dan pengendalian proses fermentasi dengan bantuan komputer.

Rekayasa produk dan sistem juga dikembangkan dalam bioteknologi moderen. Kemampuan menghasilkan sejumlah molekul biologi seperti antibodi dan enzim, bersamaan dengan teknik immobilisasi protein dan sel, memberikan kemungkinan pengembangan yang radikal. “Sensor” baru dapat digunakan untuk tujuan biodiagnosis dan biodetoksifikasi. Sistem-sistem seperti ini masih dikombinasikan dengan alat-alat mikroelektris atau komputer yang memungkinkan pemrograman pengendalian yang canggih dalam banyak industri bioteknologi dan jasa (Lukas dan Isnawati, 1997 : 30-32).

Menjelang akhir abad ke-20 sebagian besar masyarakat dunia menanti bioteknologi dengan penuh harapan untuk memecahkan berbagai masalah umat manusia di bumi. Namun sebagian masyarakat memandang bahwa memasuki era bioteknologi sama saja memasuki hutan belantara ketidakpastian tentang dampak yang akan terjadi kemudian hari.

Perkembangan bioteknologi sekarang ini akan menimbulkan dampak serius pada demensi etika dan budaya. Rekayasa genetika menimbulkan masalah-masalah etika serius yang berhubungan dengan pengubahan, manipulasi, penetapan paten dan pemilikan bentuk-bentuk kehidupan. Berbagai perkembangan di bidang kesehatan juga akan membawa implikasi mendalam pada nilai-nilai budaya. Infrastruktur teknologi dan desakan ekonomi akibat bioteknologi membawa dampak besar pada struktur sosial ekonomi serta pada nilai-nilai budaya, sementara masyarakat luas tidak mendapat informasi dan diasingkan dari pengambilan keputusan tentang arah, batas-batas tujuan dan dampak bioteknologi.

Peran manusia seiring dengan kemajuan bioteknologi kiranya tak dapat disangkal lagi. Sebagai pelaku, manusia dituntut mempunyai kerangka berfikir sistematis serta mempunyai wawasan luas terhadap ilmunya, mampu melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lain, dapat mengkaitkan ilmu dengan moral, ilmu dengan agama, serta harus yakin bahwa ilmu yang dipunyai membawa kebahagian kepada diri dan lingkungannya (Suriasumantri, 1999).

Suatu peringatan bahwa dibidang tertentu sering dijumpai pandangan-pandangan ilmuwan yang keliru, seorang ahli memandang rendah bidang ilmu lainnya. kondisi ini tentu tidak dapat dibenarkan karena akan mengancam kemajuan ilmu. Dalam era bioteknologi pandangan terhadap semua bidang ilmu adalah sederajad, karena sesungguhnya bioteknologi adalah multidisiplin ilmu. Tidak ada bioteknologi yang bekerja sendiri.  Bioteknologi merupakan kumpulan dari berbagai bidang keahlian, yakni: biokimia, mikrobiologi, biologi molekuler dan seluler, genetika, embriologi, immunologi, biologi reproduksi dan ahli komputer. Semua orang yang menguasai bidang-bidang ilmu tersebut harus dapat bekerja dalam satu tim. Dengan demikian, aktivitas bioteknologi dapat dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi industri yang telah memanfaatkan bioteknologi.

1. Bidang  Pertanian

Rekayasa genetika dalam bidang pertanian terus dikembangkan. Rekayasa di bidang pertanian terutama ditunjukkan untuk pembentukan tanaman yang dapat menambat Nitrogen (N2) dari udara sehingga pemberian pupuk nitrogen tidak perlu. Selain itu pembentukan tanaman yang tahan terhadap penyakit juga dikembangkan, misalnya tanaman tembakau yang tahan terhadap infeksi virus mozaik.

Nitrogen ialah unsur yang sangat diperlukan oleh manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Nitrogen dalam tubuh organisme digunakan untuk membentuk senyawa yang penting seperti protein, ADN dan ARN. Hewan dan manusia mendapatkan sumber N dari makanannya. Tumbuhan mendapatkan unsur N dengan jalan mengekstraksi dari tanah. Sumber N yang terdapat dalam tanah makin lama makin menipis, sehingga tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Oleh sebab itu pupuk nitrogen harus diberikan. Keinginan petani untuk meningkatkan produksi setinggi mungkin dalam lahan yang terbatas, menyebabkan penggunaan pupuk nitrogen yang sangat tinggi. Hal ini mendatangkan beberapa kerugian. Industri pupuk nitrogen harus didirikan. Pendirian industri ini memakan biaya sangat besar. Pembuatan pupuk nitrogen dalam jumlah besar akan mempercepat penipisan cadangan minyak bumi. Seperti diketahui, bahwa minyak bumi merupakan bahan baku industri pupuk. Sebab itu melalui rekayasa genetika dibentuk tanaman yang dapat menambat N2 dari udara.

Tanaman yang dapat menambat N2 dari udara sangat menguntungkan sekali. N2 yang prosentasenya 80% di udara dapat dimanfaatkan. Penghematan minyak bumi dapat dilakukan dan pencemaran air tanah oleh nitrat juga dapat dicegah, karena pemupukan dengan pupuk nitrogen dalam jumlah yang besar dapat meningkatkan kadar nitrat di perairan. Tanaman yang dapat memupuk dirinya sendiri dengan nitrogen akan menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh petani.

Tiga kemungkinan yang dapat dilakukan untuk membantu tanaman budidaya agar dapat memanfaatkan pabrik pupuk yang berupa mikroba sebagai berikut :

  • Usaha memodifikasi mikroba, padi-padian atau keduanya sehingga dapat mengadakan simbiosis dan masing-masing memperoleh keuntungan dari simbiosis ini.
  • Memodifikasi jenis bakteri lain yang dapat hidup dengan subur pada jenis padi-padian menjadi tipe yang dapat menambat nitrogen.
  • Menerapkan teknik rekayasa genetika untuk mendapatkan jenis padi-padian yang mampu menambat nitrogennya sendiri dari udara, dengan mentransfer gen yang diambil dari mikroba penambat nitrogen.

Bakteri penambat nitrogen ada yang hidup bebas (Azotobacter) dan ada yang hidup bersimbiosis (Rhizobium). Rhizobium bersimbiosis dengan kelompok tanaman tertentu, yaitu kelompok Leguminosae. Rhizobium yang masuk ke dalam akar tanaman Leguminosae dan menyebabkan terbentuknya bintil akar. Simbiosis ini ialah mutualisme karena bakteri mendapatkan zat-zat yang dibutuhkakn dari inang dan inang mendapat unsur N dari bakteri. Enzim utama dalam penambatan N2 oleh bakteri ialah Nitrogenase. Enzim ini menambat N2 dari udara menggunakan tenaga dari fotosintesis tanaman dan selanjutnya enzim ini mengubah N2 menjadi amoniak. Gen pengkode enzim penambat nitrogen disebut gen nif (nitrogen-fixation). Jumlah gen nif dalam bakteri tidak hanya satu tetapi dapat lebih dari satu lusin. Hal yang menguntungkan ialah gen-gen ini terletak berdekatan membentuk rantai, sehingga dimungkinkan untuk mengisolasi potongan ADN yang mengandung gen-gen tersebut. Potongan ADN tersebut dapat langsung disisipkan ke dalam ADN jenis tanaman tertentu (misal padi-padian) sehingga padi-padian tersebut dapat menambat nitrogennya sendiri.

Supaya gen nif tersebut terekspresi di dalam tanaman padi-padian, maka perangkat-parangkat yang diperlukan untuk ekspresi gen harus diperhatikan. Misalnya, urutan ADN pengendali harus sesuai dengan urutan ADN pengendali pada sel padi-padian, sehingga gen nif yang merupakan sisipan tersebut dikenali oleh sel padi sebagai gennya sendiri (Lukas dan Isnawati, 1997 : 46-48).

2. Bidang Peternakan dan Perikanan

Penggunaan bioteknologi guna meningkatkan produksi peternakan  meliputi: 1) teknologi produksi, seperti inseminasi buatan, embrio transfer, kriopreservasi embrio, fertilisasi in vitro, sexing sperma maupun embrio, cloning dan spliting. 2) rekayasa genetika, seperti  genome maps, masker asisted selection, transgenik, identifikasi genetik, konservasi molekuler, 3) peningkatan efisiensi dan kualitas pakan, seperti manipulasi mikroba rumen, dan 4) bioteknologi yang berkaitan dengan bidang veteriner  (Gordon, 1994 ; Niemann dan Kues, 2000).

Teknologi reproduksi yang telah banyak dikembangkan adalah a) transfer embrio berupa teknik Multiple Ovulation and Embrio Transfer (MOET). Teknik ini telah diaplikasikan secara luas di Eropa, Jepang, Amerika dan Australia dalam dua dasawarsa terakhir untuk menghasilkan anak (embrio) yang banyak dalam satu kali siklus reproduksi. b) kloning  telah dimulai sejak 1980an pada domba. Saat ini pembelahan embrio secara fisik (spliting) mampu menghasilkan kembar identik pada domba, sapi, babi dan kuda. c) produksi embrio secara in vitro, teknologi In vitro Maturation (IVM), In Vitro Fertilisation (IVF), In Vitro Culture (IVC), telah berkembang dengan pesat. Kelinci, mencit, manusia, sapi, babi dan  domba telah berhasil dilahirkan melalui fertilisasi in vitro (Hafes, 1993).

Di Indonesia, transfer embrio mulai dilakukan pada tahun 1987.  Dengan teknik ini seekor sapi betina mampu menghasilkan 20-30 ekor anak sapi (pedet) pertahun. Penelitian terakhir membuktikan bahwa menciptakan jenis ternak unggul sudah bukan masalah lagi. Dengan teknologi transgenik, yakni dengan jalan mengisolasi gen unggul, memanipulasi dan kemudian memindahkan gen tersebut dari satu organisme ke organisme lain, maka ternak unggul yang diinginkan dapat diperoleh. Babi transgenik, di Princeton Amerika Serikat kini sudah berhasil memproduksi hemoglobin manusia sebanyak 10-15% dari total hemoglobin manusia, bahkan laporan terakhir mencatat adanya peningkatan presentasi hemoglobin manusia yang dapat dihasilkan oleh babi transgenik ini.

Dalam bidang perikanan, kebutuhan adanya penerapan teknologi sangat dinantikan, mengingat adanya penangkapan ikan yang melebihi potensi lestari (over fishing), banyaknya terumbu karang yang rusak dan dengan adanya peningkatan konsumsi ikan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sarwono mengakui adanya kebutuhan penerapan teknologi, tetapi ia juga mengakui adanya ketakutan pada dampak penerapan teknologi tinggi.

Penelitian bioteknologi dalam bidang perikanan, di utamakan pada tiga kelompok, yaitu: akuakultur, pemanfaatan produksi alam dan prosesing bahan makanan yang bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan bioteknologi di bidang akuakultur meliputi seleksi, hibridasi, rekayasa kromosom dan pendekatan biologi molekuler seperti transgenik sangat dibutuhkan untuk menyediakan benih dan induk ikan.

Pada akuakultur, program peningkatan sistem kekebalan ikan telah dilakukan dengan menggunakan vaksin, imunostimulan, probiotik dan  bioremediasi. Vaksin dapat memacu produksi antibiotik spesifik dan hanya efektif untuk mencegah satu patogen tertentu. Imunostimulan merupakan teknik meningkatkan kekebalan yang non spesifik, misalnya  lipopolysaccharide dan B-glucan yang telah diterapkan untuk ikan dan udang di Indonesia. Probiotik diaplikasikan pada pakan atau dalam lingkungan perairan budidaya sebagai penyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan.

Pada tahun 1980 penelitian transgenik pada ikan telah dimulai dengan mengintroduksi gen tertentu kepada organisme hidup lainnya serta mengamati fungsinya secara in vitro. Dalam teknik ini, gen asing hasil isolasi diinjeksi secara makro ke dalam telur untuk memproduksi galur ikan yang mengandung gen asing tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan ikan transgenik, yaitu: 1) isolasi gen (clone DNA) yang akan diinjeksi pada telur, 2) identifikasi gen pada anak ikan yang  telah mendapatkan injeksi gen asing tadi,  dan 3) keragaman dari turunan ikan yang diinjeksi gen asing tersebut.

3. Bidang Kesehatan

Bioteknologi di bidang kesehatan dewasa ini difokuskan untuk penemuan obat-obatan dalam hal-hal seperti tersebut di bawah ini :

  • Memerangi penyakit jantung dan saluran darah, kanker dan kencing manis.
  • Mendapatkan antibiotika yang lebih baik dan lebih murah untuk melawan penyebaran mikroorganisme menular yang telah menjadi resisten terhadap antibiotika konvensional.
  • Menemukan vaksin untuk melawan virus (hepatitis, influenza, rabies) dan penyakit malaria serta penyakit tidur.
  • Dapat melakukan uji diagnosis yang cepat dan tepat untuk membantu dokter dalam menentukan diagnosis berbagai penyakit.
  • Penyempurnaan metode pencangkokan organ yang sesuai agar tidak terjadi proses penolakan.
  • Penyempurnaan teknik perbaikan kimia tubuh untuk menyembuhkan penyakit keturunan, misalnya hemofili.

Sebelum rekayasa genetika dikembangkan untuk memerangi diabetes dilakukan ekstraksi insulin dari pankreas babi atau lembu. Hal ini akan memakan banyak sekali biaya dan insulin yang dihasilkan dapat mengakibatkan hipersensitivitas maupun resistensi. Setelah teknik rekayasa genetika dikembangkan, maka sekarang telah dapat dibuat insulin manusia oleh bakteri. Ini dilakukan dengan jalan menyematkan gen pengkode pembentukan insulin manusia pada bakteri.

Untuk membuat insulin, mula-mula membuat rancangan urutan ADN yang mengode asam amino insulin yang telah diketahui. Kemudian diikuti dengan sintesis kimiawi gen rantai A dan gen rantai B insulin, tetapi pembuatannya dilakukan secara terpisah. Masing-masing mengandung kodon metionin pada ujung 5’ (yang tentunya menjadi ujung amino protein yang ditranslasikan) dan menghentikan urutan pada ujung 3’. Masing-masing gen disisipkan ke dalam gen β-galaktosidase plasmid. Kemudian dimasukkan ke dalam E. coli. E. coli dibiakkan dalam medium yang mengandung galaktosa sebagai sumber C dan sumber energi dan bukan glukosa. Sebab itu bakteri akan mensintesis β-galaktosidase. Bersamaan dengan ini disintesis pula rantai A dan rantai B insulin, yang dilekatkan oleh sisa metionin. Setelah pelarutan bakteri, maka perlakuan dengan sianogen bromida akan memecah protein pada metionin. Dengan demikian rantai insulin akan terpisah dari β-galaktosidase. Rantai-rantai dimurnikan dan digabungkan, maka terjadilah insulin asli manusia.

Saat ini sedang dikembangkan pendekatan sintetik lain, gen untuk molekul pemula insulin atau proinsulin disintesis dan disisipkan ke dalam E. coli. Proinsulin yang dihasilkan dimurnikan. Proinsulin dicerna dengan enzim tripsin dan karboksipeptidase, maka terjadilah insulin manusia (Lukas dan Isnawati, 1997 : 48-49).

4. Bidang Pangan

Mikroorganisme sangat besar peranannya dalam bidang pangan. Mikroorganisme dapat mengubah suatu bahan pangan menjadi bahan pangan lain dengan nilai gizi lebih tinggi, rasa lebih enak, lebih mudah dicerna dan dengan penampilan lebih menarik. Selain pengubahan bahan makanan mikroorgaisme itu sendiri dapat digunakan sebagai sumber makanan oleh manusia maupun hewan.

Dibalik manfaatnya yang besar, mikroorganisme juga dapat menjadi penyebab utama kerusakan makanan kita. Mikroorganisme ialah penyebab makanan menjadi busuk dan beracun. Pada bab ini hanya dibahas peran positif mikroorganisme dalam bidang pangan khususnya yang berkaitan dengan bioteknologi pangan.

Hasil pangan yang diproduksi oleh mikroorganisme sangat luas kisarannya, dari pangan hasil fermentasi secara tradisional yang telah ada sejak zaman dahulu sampai pada produk-produk mutakhir. Pangan hasil fermentasi yang telah ada sejak zaman dahulu ialah roti, keju, yoghurt, anggur, bir, tempe, oncom, kecap dan lain-lain. Produk-produk mutakhir, antara lain mikroprotein dan protein sel tunggal. Peran yang dimainkan oleh mikroorganisme dalam produksi bahan pangan meliputi penggunaan enzim mikroba atau metabolit yang lain, berbagai proses fermentasi pangan dan pembiakan mikroorganisme tertentu dalam skala besar sebagai bahan pangan (Lukas dan Isnawati, 1997 : 60).

Penggunaan bioteknologi, sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya kadang-kadang bersifat embigu, yakni disatu sisi dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, tetapi disisi lain dapat dimanipulasi untuk tujuan destruktif. Teknik rekayasa genetik misalnya, menjanjikan kepada kita antara lain dapat menghilangkan berbagai jenis penyakit keturunan melalui “penggantian” gen. Pada kondisi yang sama pembelokan tehnik ini bisa saja terjadi akibat munculnya godaan, sehingga manusia melalui percobaannya dapat menciptakan manusia super atau bahkan menciptakan monster maupun penjahat demi mencapai tujuannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dampak bioteknologi terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia. Hewan–hewan yang telah mengalami modifikasi secara genetik belum tentu langsung dapat dikonsumsi oleh manusia karena efek samping resiko genetik atau adanya residu antibiotik pada daging yang akan termakan oleh manusia akibat pengobatan jangka panjang, demikian pendapat sebagian orang. Namun, sebagian lainnya mengatakan bahwa dengan bioteknologi, produk makanan menjadi lebih sehat, contohnya daging dapat diproduksi kandungan lemak dan kolesterol yang rendah atau jenis susu yang lebih mudah dicerna.

Dampak ilmu pengetahuan terhadap cara berpikir manusia dewasa ini sungguh dahsyat. Rasionalitas ilmu pengetahuan itu tidak hanya mengubah cara pandang tradisional kita,  tetapi juga teologi yang terlalu theosentris. Ilmu pengetahuan secara umum membantu manusia untuk memecahkan masalahnya, sehingga falsafah Tuhan Allahnya deisme (pandangan yang menegaskan bahwa hanya Tuhan yang dapat memecahkan problem manusia) berangsur-angsur hilang.

Selanjutnya dikatakan bahwa manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi akan memperbesar kekuasaan kita atas alam dan masyarakat dan atas diri kita sendiri, sehingga akan muncul lagi bahaya dari teknologi yaitu semakin meningkatnya ilmu pengetahuan, teknologi dan bioteknologi justru akan melayani nafsu terhadap kekuasaan atau keinginan irrasional untuk mendominasi.

Untuk mengurangi bahaya yang mungkin timbul akibat teknologi maupun bioteknologi maka manusia sebagai makhluk Tuhan, mengingat dan menerapkan apa yang ditulis Nasution (1999) yaitu setiap kali seorang ilmuwan akan mengadakan penelitian ia harus sadar akan kedudukannya sebagai manusia di bumi ini.

Adapun dampak positif dan negatif dari bioteknologi adalah sebagai berikut :

a. Dampak Negatif Bioteknologi

Bioteknologi seperti juga yang lain, mengandung resiko akan dampak negatif. Timbulnya dampak yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman sekerabat atau kerabat dekat. Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asing, seperti gen cry dari Bacillus thuringiensis maupun Bacillus sphaeericus, dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia, perlu dicermati pula bahwa insersi (penyisipan) gen asing ke genom inang dapat menimbulkan interaksi antar gen asing dan inang produk bahan pertanian dan kimia yang menggunakan bioteknologi.

Dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh bioteknologi adalah persaingan internasional dalam perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi. Persaingan tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi negara berkembang karena belum memiliki teknologi yang maju. Kesenjangan teknologi yang sangat jauh tersebut disebabkan karena bioteknologi moderen sangat mahal sehingga sulit dikembangkan oleh negara berkembang. Ketidakadilan misalnya, sangat terasa dalam produk pertanian transgenik yang sangat merugikan bagi agraris berkembang. Hak paten yang dimiliki produsen organisme transgenik juga semakin menambah dominasi negara maju.

Selain itu dengan adanya rekayasa genetika yang dapat menghasilkan makhluk hidup baru, masyarakat beranggapan bahwa manusia telah melawan kodrat sehingga masyarakat banyak yang belum dapat menerima. Dengan adanya makhluk hidup hasil transgenik muncul kekhawatiran masyarakat terhadap keseimbangan lingkungan, sehingga berpendapat bahwa muncul dampak negatif terhadap lingkungan. Kasus bayi tabung belum ada perangkat hukum yang mengatur. Apalagi seandainya muncul pengkloningan manusia.

b. Dampak Positif Bioteknologi

Keanekaragaman hayati merupakan modal utama sumber gen untuk keperluan rekayasa genetik dalam perkembangan dan perkembangan industri bioteknologi. Baik donor maupun penerima (resipien) gen dapat terdiri atas virus, bakteri, jamur, lumut, tumbuhan, hewan juga manusia. Pemilihan donor/resipien gen bergantung pada jenis produk yang dikehendaki dan nilai ekonomis suatu produk yang dapat dikembangkan menjadi komoditis bisnis. Oleh karena itu, kegiatan bioteknologi dengan menggunakan rekayasa genetik menjadi tidak terbatas dan membutuhkan suatu kajian sains baru yang mendasar dan sistematik yang berhubungan dengan kepentingan dan kebutuhan manusia. Kegiatan tersebut disebut sebagai bioprespecting. Perdebatan tentang positif untuk mengatasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan bioteknologi, antara lain pada tahun 1992 telah disepakati konvensi keanekaragaman hayati, (Convetion on Biological Diversity) yang mengikat secara hukum bagi negara-negara yang ikut mendatanginnya. Sebagai tindak lanjut penandatanganan konvensi tersebut, Indonesia telah meratifikasi Undang-Undang No. 5 Tahun 1994. Perlu anda ketahui, negara Amerika Serikat tidak ikut menandatangani konvensi tersebut. Di sepakati pula Cartegena Protocol on Biosafety (Protokol Cartegena tentang pengamanan hayati). Protokol tersebut menyinggung tentang prosedur transpor produk bioteknologi antara negara untuk mencegah bahaya yang timbul akibat dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati. Ekosistem dan kesehatan manusia. Pengertian klon bioteknologi moderen adalah pengadaan sel jasad renik, sel (jaringan), molekul bibit tanaman melalui stek yang banyak dilakukan pada tanaman perenial, antara lain kopi, teh, karet, dan mangga. Perbanyakan bibit dengan teknik kultur jaringan, kultur organ dan embriogenesis somatik dapat pula diterapkan pada jaringan hewan dan manusia. Tidak seperti pada tumbuhan, kultur pada hewan dan manusia tidak dapat dikembangkan menjadi individu baru.

Atas Dosa Apa Aku Dibunuh?

Sebuah renungan mengenai aborsi
SEMINAR MENGENAI ABORSI, dengan Pembicara : Dr. Kusuma
 

Dalam seminar itu, dijelaskan secara detil, proses pertumbuhan dan perkembangan dari calon janin sampai janin itu dilahirkan.

Selain itu, juga ditampilkan secara detil proses ABORSI. Janin yang awalnya hidupnya damai, tenteram, dan kadang-kadang bergeliat manja di dalam perut ibunya, sekejap mata terusik oleh peralatan-peralatan ABORTUS.

Di jaman sekarang, dunia kedokteran yang telah banyak mengalami kemajuan, teknologi yang canggih, yang memungkinkan proses ABORTUS itu berjalan singkat dan ‘aman’.

TAPI BENARKAH PROSES ABORTUS ITU BERJALAN DENGAN ‘AMAN’ DAN BIASA-BIASA SAJA ???

Ukh… seandainya saja kalau Anda bisa melihat sendiri jalannya proses abortus itu… Weukhjhh… mungkin Anda akan terkejut sekali, muntah-muntah atau mungkin langsung pingsan. Bukannya saya ingin melebih-lebihkan, tetapi itulah kenyataan yang ada, tangan-tangan yang melakukan ABORTUS itu seakan-akan hanya mengeluarkan segumpal ‘sampah’ dari perut seorang wanita. DIOBOK-OBOK, DIHISAP, DIREMUK DAN DITARIK PAKSA KELUAR DAN DIBUANG !

Saya bisa mengatakan seperti ini, karena dalam seminar itu, ditayangkan video mengenai proses abortus secara detil.

Diawali dengan pelebaran lubang keluar janin sampai sekitar 1 cm lebih, dengan alat obeng busi. Setelah itu dimasukkan alat pengukur untuk mengukur kedalaman rahim. Kemudian alat penyedot abortus dimasukkan ke dalam rahim.

Setelah masuk, alat penyedot dihidupkan, segala cairan dihisap ke dalam selang, daging-daging yang masih lembek dan tulang-tulang kecil pun tidak ketinggalan dihisap oleh alat tersebut. Lewat layar monitor, walaupun gambarnya agak kabur, namun kita bisa melihat dengan jelas, terjadi pemberontakan di dalam sana. Janin itu terus saja bergerak ke sana kemari, berusaha membebaskan diri, berusaha melarikan diri. (Tetapi ke mana lagi ia musti lari ???)

Walaupun sudah berusaha keras, tetap saja tidak mampu melawan kuatnya hisapan alat penyedot tersebut. Dan akhirnya yang tertinggal hanyalah bagian kepalanya saja (tengkorak).

Tahap terakhir dari proses ABORTUS adalah dimasukkannya TANG ABORTUS ke dalam rahim. Tanpa kesulitan, kepala janin yang tersisa itu langsung tertangkap oleh tang abortus itu, dan … krek… kepala tersebut langsung diremukkan, terus ditarik keluar dari rahim ibunya.

Saudara-saudara sekalian, kita mungkin sering melihat penganiayaan-penganiayaan di jalan-jalan, korban senjata tajam, korban pemerkosaan, dll. Pelakunya kita kecam dan kita cap tidak peri kemanusiaan sama sekali. Pihak berwajib menangkap mereka dan menghukumnya.

TAPI BAGAIMANA TINDAKAN ABORTUS ???
BUKANKAH HAL INI JUGA SAMA SAJA????

Bahkan lebih parah lagi, yang merupakan korban di sini adalah yang tidak berdaya, yang sangat lemah sekali, yang sangat membutuhkan bantuan orang lain agar ia bisa hidup. Tapi nyatanya dia diserang, diobok-obok, dan diremukkan.

Apakah janin itu menerima begitu saja ketika proses abortus itu berlangsung?
TIDAK….!!!

Janin itu bergerak memberontaki, bahkan lewat monitor, kita bisa melihat mulutnya yang selalu ternganga lebar-lebar…

BERTERIAK
JANIN ITU BERTERIAK MINTA TOLONG, TETAPI SIAPAKAH YANG BISA MENDENGARNYA, SIAPAKAH YANG MENOLONGNYA…..
YANG ADA HANYA SEBUAH “SILENT SCREAMING”…

Kalau Anda sendiri yang menjadi janin itu, apakah yang akan bisa Anda lakukan?
Sungguh kasihan sekali janin itu, dia yang lemah, dia yg tidak tahu apa-apa, dia yg tidak melakukan kesalahan apa-apa, musti dilenyapkan kehidupannya… karena apa???

HANYA DEMI NAMA BAIK?
HANYA DEMI KEHORMATAN?
HANYA DEMI MARTABAT KELUARGA??
Sebuah nyawa musti dikorbankan.
Janin, sebuah jiwa, suatu kehidupan, sebuah karunia Allah Yang Maha Besar, dihancurkan dengan begitu mudahnya oleh manusia.
Beginikah cara manusia mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan???

Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita semua mencegah dan menghindari terjadinya aborsi. Adapun yang bisa kita lakukan adalah menghindari seks pra-nikah, sehingga kita tidak perlu dihadapkan pada pilihan aborsi. Dan mengingatkan rekan-rekan kita.
Apapun alasannya, aborsi tetap saja sebuah pembunuhan, suatu usaha yg melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menciptakan makhluk kesayangan-Nya.

Kalau saja saudara bisa melihat sendiri, korban-korban aborsi itu, ‘bangkai’ janin-janin yang masih kecil, badannya yang masih tidak karuan, yang membengkak biru kehitam-hitaman, jari-jari tangan dan kakinya terputus dan terpencar-pencar itu..

Dan kalau saja bisa melihat langsung mata janin tersebut : mata yang sedih dan penuh penderitaan itu seakan-akan mengatakan:
“MAMA, MENGAPA ENGKAU MELAKUKAN HAL INI? APAKAH SALAHKU PADA MAMA?”

Semoga cerita diatas tidak terjadi pada kita semua karena apapun alasannya aborsi, baik karena demi nama baik, keluarga ataupun ekonomi. Tetap itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyimpang dari kehendak Allah SWT. Dan kalau karena alasan ekonomi, kita yakin bahwa setiap mahluk hidup akan diberikan rejekinya masing-masing.

 

Diambil dari Grup FB CinLal (Cinta Yang Halal)

(Bab II) Pemberian Rumen Sapi Terhadap Peningkatan Berat Badan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. KAJIAN RUMEN SAPI

1. Pencernaan Ruminansia

Pada sistem pencernaan ruminansia terdapat suatu proses yang disebut memamah biak (ruminasi). Pakan berserat (hijauan) yang dimakan ditahan untuk sementara di dalam rumen. Pada saat hewan beristirahat,  pakan yang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi), untuk dikunyah kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali (proses redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzim mikroba rumen.

Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga kelompok utama yaitu fungi, bakteri, dan protozoa. Kehadiran fungi di dalam rumen berperan dalam pencernaan serat tahap awal, karena rizoid fungi tersebut dapat tumbuh menembus dinding sel tanaman, sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen.

Dalam rumen sapi terdapat beberapa jenis jamur yang berperan dalam proses pencernaan, salah satunya Aspergillus sp dan kebanyakan adalah Aspergillus fumigatus dan Aspergillus niger.

Menurut Hungate (1966), bakteri rumen dapat dikelompokkan berdasarkan substrat utama yang digunakan, yaitu :

a.    bakteri pencerna selulosa (Bakteroides succinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibrio fibrisolvens),
b.    bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio fibrisolvens, Bakteroides ruminocola, Ruminococcus sp),
c.    bakteri pencerna pati (Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica),
d.   bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus),
e.    bakteri pencerna protein (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformi).

Menurut Arora (1989), protozoa rumen dapat dikelompokkan menurut morfologinya yaitu :

  1. Holotrichs yang mempunyai silia diseluruh tubuhnya, (Polyplastron multiresiculatum, Ophyroscolex tricoronatus). Protozoa ini berperan dalam mencerna karbohidrat yang fermentabel, terutama memecah gula terlarut seperti glukosa, maltosa, sukrosa dan pati terlarut dan melepaskan asam asetat, asam butirat, asam laktat, CO2, hidrogen dan amilopektin.
  2. Oligotrichs yang mempunyai silia disekitar mulut, (Entodinium caudatum, Epidinium caudatum, Polyplastron multiresiculatum) Protozoa ini berperan dalam merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna yang mempunyai aktifitas selulosa aktif. Protozoa ini memeceah selulosa dan terutama melepaskan selobiosa dan glukosa.

Protozoa berkembang di dalam rumen dengan kondisi alami, dan membantu pencernaan zat-zat makanan dari rumput-rumputan yang kaya akan serat kasar dan protozoa ini bersifat anaerob.

 

2. Kandungan Nutrisi Rumen Sapi

Pada dasarnya isi rumen merupakan bahan-bahan makanan yang terdapat dalam rumen belum menjadi feces dan dikeluarkan dari dalam lambung rumen setelah hewan dipotong. Kandungan nutriennya cukup tinggi, hal ini disebabkan belum terserapnya zat-zat makanan yang terkandung didalamnya sehingga kandungan zat-zatnya tidak jauh berbeda dengan kandungan zat makanan yang berasal dari bahan bakunya.

Anggorodi (1979), menyatakan bahwa ternak ruminansia dapat mensintesis asam amino dari zat-zat yang mengandung nitrogen yang lebih sederhana melalui kerjanya mikroorganisme dalam rumen. Mikroorganisme tersebut membuat zat-zat yang mengandung nitrogen bukan protein menjadi protein yang berkualitas tinggi. Mikroorganisme dalam rumen terdiri dari kelompok besar yaitu bakteri dan protozoa,  temperatur rumen 39 sampai 40 derajat celcius, pH 7,0 sehingga memberikan kehidupan optimal bagi mikroorganisme rumen. Sekitat 80% Nitrogen dijumpai dalam tubuh bakteri rumen berupa protein dan 20 % berupa asam nukleat. Berdasarkan analisa berbagai rumen maka kadar berbagai asam amino dalam isi rumen diperkirakan 9-20 kali lebih besar daripada dalam makanan.

Kandungan rumen sapi menurut Rasyid (1981),  meliputi protein 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, kalsium 0,53%, phospor 0,55%, BETN 41,24%, abu 18,54%, dan air 10,92%. Berdasarkan komposisi zat makanan yang terkandung didalamnya dapat dipastikan bahwa pemanfaatan isi rumen dalam batas-batas tertentu tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bila dijadikan bahan pencampur pakan berbagai ternak.

 

3. Cara Memperoleh Rumen Sapi

Rumen sapi dapat diperoleh dari rumah pemotongan hewan ruminansia. Rumen diambil dari sapi yang baru saja disembelih. Untuk mendapatkan rumen sapi yang berkualitas baik, pengambilan rumen diusahakan dari sapi yang sehat.

Secara fisik rumen sapi tidak encer dengan perbandingan bahan padatan lebih besar daripada bahan cair. Untuk mengurangi bahan cair yang bersifat asam, rumen sapi dikeringkan dengan menjemur dibawah sinar matahari. Ketebalan pengeringan ± 10 cm dengan tujuan panas yang diterima mikrobia tidak terlalu tinggi dan agar kadar air berkurang secara cepat dan secara merata. Setelah kadar air dalam rumen berkurang, rumen dipotong kecil-kecil agar ikan lele mampu memakannya.

Penggunaan rumen sapi sebagai bahan pakan ikan perlu dikombinasikan dengan pelet. Pemberian pakan sesuai takaran untuk sekali makan, hal ini dilakukan dengan maksud sekali pencampuran akan habis dimakan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

 

B. KAJIAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

1. Sejarah Ikan Lele Dumbo

Jenis ikan Clarias sp banyak ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara. Di Indonesia dikenal dengan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang merupakan hasil kawin silang antara Clarias fuscus dari Taiwan dengan Clarias mosambicus dari Afrika (Mahyudin, 2008 : 7).

 

2. Klasifikasi Ikan Lele Dumbo (Anonim, 2008 : 5) :

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Classis             : Pisces

Ordo                : Ostariophysi

Familia           : Clariidae

Genus              : Clarias

Species            : Clarias gariepinus

 

3. Anatomi dan Morfologi

Ikan lele secara umum memiliki tubuh yang licin, berlendir, tidak bersisik dan bersungut. Secara anatomi dan morfologi ikan lele terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :

a. Kepala (Cephal)

Lele memiliki kepala yang panjang dan hampir mencapai seperempat dari panjang tubuhnya, kepala lele pipih ke bawah (depressed). Bagian atas dan bawah kepalanya tertutup oleh tulang pelat. Tulang pelat ini membentuk ruangan rongga di atas insang. Di ruangan inilah terdapat alat pernapasan tambahan lele berupa labirin. Mulut lele terletak pada ujung moncong (terminal) dengan dihiasi 4 sungut (kumis). Mulut lele dilengkapi gigi, gigi nyata atau berupa permukaan kasar di mulut bagian depan.

Lele juga memiliki empat pasang sungut yang terletak di sekitar mulut. Sepasang sungut hidung, sepasang sungut mandibular luar, sepasang sungut mandibular dalam, dan sepasang sungut maxilar. Ikan ini mempunyai alat olfaktori di dekat sungut yang berfungsi untuk perabaan dan penciuman serta penglihatan lele yang kurang berfungsi baik (Mahyudin, 2008 : 8-9).

b. Badan (Abdomen)

Ikan lele mempunyai bentuk badan yang berbeda dengan jenis ikan yang lainnya,  seperti tawes, mas, ataupun gurami. Ikan lele mempunyai bentuk tubuh memanjang, agak bulat dan tidak bersisik. Warna tubuhnya kelabu sampai hitam. Badan lele pada bagian tengahnya mempunyai potongan membulat. Sementara itu, bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih ke samping (compressed). Dengan demikian, ada tiga bentuk potongan melintang pada ikan lele, yaitu pipih ke bawah, bulat, dan pipih kesamping (Mahyudin, 2008 : 9).

c. Ekor (Caudal)

Sirip ekor lele membulat dan tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip ekor berfungsi untuk bergerak maju. Sementara itu, sirip perut membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. Sirip dada lele dilengkapi sepasang duri tajam yang umumnya disebut patil. Selain untuk membela diri dari pengaruh luar yang mengganggunya, patil ini juga digunakan ikan lele untuk melompat keluar dari air dan melarikan diri. Dengan menggunakan patil, lele dapat berjalan di darat tanpa air cukup lama dan cukup jauh (Mahyudin, 2008 : 9-10). Namun patil ikan lele dumbo tidak beracun dibanding dengan lele lokal (Anonim, 2008).

 

4. Syarat Hidup

Lele berada di air tawar dan tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Lele dapat hidup di daerah dataran rendah dan dataran tinggi hingga ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Jika dipelihara pada ketinggian lebih dari 700 m di atas permukaan laut, pertumbuhannya agak lambat atau kurang baik (Khairuman dan Amri, 2003 : 6-7).

 

5. Habitat dan Tingkah Laku

Habitat lele di perairan tawar, seperti sungai-sungai, rawa, telaga, waduk, danau, dan genangan-genangan air yang cukup dalam. Lele menyukai perairan yang tenang (tidak mengalir deras) dan cukup terlindung (Darseno, 2010 : 23). Lele jarang menampakkan aktivitasnya dalam siang hari dan lebih menyukai tempat yang gelap, agak dalam dan teduh. Hal ini bisa dimengerti karena lele adalah binatang nokturnal, yaitu mempunyai kecenderungan beraktivitas dan mencari makan pada malam hari (Mahyudin, 2008 : 15).

 

6. Makanan

Lele mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam (bottom feeder). Berdasarkan jenis pakannya, lele digolongkan sebagai ikan yang bersifat karnivora (pemakan daging). Di habitat aslinya, lele memakan cacing, siput air, belatung, laron, jentik-jentik serangga, kutu air dan larva serangga air. Lele bersifat kanibalisme yaitu suka memangsa jenisnya sendiri (Mahyudin, 2008 : 16).

 

7. Perkembangbiakan

Di habitat aslinya (di alam), lele memijah pada awal musim hujan. Hujan menyebabkan volume air mengalami kenaikan dan pertumbuhan jasad renik sebagai pakan alami menjadi melimpah. Diduga, akibat perubahan ini, lele mengalami rangsangan untuk memijah. Lele berkembang biak secara ovipar dengan pembuahan terjadi di luar tubuh (Darseno, 2010 : 24).

 

C. KERANGKA BERPIKIR

Didalam pertumbuhan ikan lele diperlukan zat-zat yang dapat menunjang pertumbuhan tersebut. Zat yang dapat menunjang pertumbuhan tersebut misalnya protein.

Rumen sapi merupakan limbah yang banyak ditemui dirumah pemotongan hewan ruminansia. Kandungan nutriennya cukup tinggi dan lebih besar dari pada pakan ikan lele jenis pelet. Berdasarkan komposisi protein 8,86% yang terkandung didalamnya, peneliti akan menggunakan rumen sapi sebagai tambahan ransum pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Dengan demikian, tambahan ransum rumen sapi diharapkan dapat mempercepat peningkatan berat badan pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

 

D. HIPOTESIS

Berdasarkan landasan teori yang telah di uraikan didepan, maka peneliti mengajukan hipotesis :

Pemberian rumen sapi berpengaruh terhadap peningkatan berat badan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

(Bab I) Pemberian Rumen Sapi Terhadap Peningkatan Berat Badan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Tiga dasawarsa yang lalu masih banyak orang yang enggan beternak lele. Selain karena masih sedikit orang yang mengkonsumsinya, nilai ekonomisnya juga masih kalah tinggi dibandingkan dengan ikan bandeng, gurami, atau karper (ikan mas). Namun, saat ini keadaan telah berubah, sekarang lele sudah populer dan menjadi makanan kegemaran banyak orang.

Permintaan kebutuhan lele pun semakin meningkat, sehingga para pembudidayanya bisa memetik keuntungan yang sangat besar dari usaha yang dilakukan. Permintaan terbesar kebutuhan lele biasanya datang dari pemilik rumah makan yang menyediakan menu olahan lele. Ukuran lele yang diminta adalah siap konsumsi (7-10 ekor/kg). Namun, selain dijual dalam ukuran siap konsumsi, lele juga bisa dijual dalam bentuk benih. Permintaan benih biasanya datang dari para petani atau mereka yang ingin membuka usaha pembesaran lele. Keadaan inilah yang membuat prospek usaha beternak lele menjanjikan, baik usaha pembenihan maupun pembesarannya (Anonim, 2008 : 1-3).

Di sisi lain, untuk menghasilkan ikan lele yang baik diperlukan pakan yang berkualitas. Dalam hal ini ikan akan didorong untuk tumbuh maksimum hingga mencapai ukuran panen sesuai dengan ukuran pasar melalui penyesuaian lingkungan media, pemberian pakan yang tepat serta pengendalian hama dan penyakit (Mahyudin, 2008). Dimana pakan adalah faktor penting dalam menunjang keberhasilan usaha budidaya.

Pakan ikan secara fungsional dibagi menjadi tiga, yaitu pakan untuk benih, pembesaran dan untuk induk. Pakan untuk pembesaran diperlukan dalam porsi yang begitu banyak dan dari segi harga cenderung semakin mahal. Salah satu upaya untuk meningkatkan keuntungan bagi pembudidaya ikan lele adalah dengan cara menyediakan pakan alternatif disamping pakan pelet.

Pakan alternatif yang bisa diberikan pada ikan lele salah satunya adalah rumen sapi. Rumen sapi merupakan limbah yang banyak ditemui di rumah pemotongan hewan ruminansia. Pada dasarnya isi rumen merupakan bahan makanan yang dikeluarkan dari dalam lambung rumen setelah hewan dipotong. Kandungan nutriennya cukup tinggi, hal ini disebabkan belum terserapnya zat-zat makanan yang terkandung didalamnya. Menurut Rasyid (1981), kandungan rumen sapi meliputi protein 8,86 %, lemak 2,60 %, serat kasar 28,78 %, kalsium 0,53 %, phospor 0.55 %, BETN (Bahan Ekstrak Tiada Nitrogen)  41,24 %, air 10,92 %.

Berdasarkan komposisi protein 8,86% yang terkandung didalamnya, peneliti akan menggunakan rumen sapi sebagai tambahan ransum pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Dengan demikian, tambahan ransum rumen sapi diharapkan dapat mempercepat peningkatan berat badan pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah :

“Apakah pemberian rumen sapi dapat meningkatkan berat badan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)?”

C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rumen sapi terhadap peningkatan berat badan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

D. MENFAAT PENILITIAN

Hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat dari segi praktis maupun dari segi teoritis.

  1. Dari Segi Praktis

Diharapkan bagi peternak ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dapat memberikan pakan tambahan berupa rumen sapi untuk memacu pertambahan berat badan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

  1. Dari Segi Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan gambaran kepada peternak ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) untuk memanfaatkan rumen sapi sebagai alternatif pakan ternaknya.